ANALISIS SWOT PANDEMI COVID 19
YANG BERDAMPAK PADA DUNIA PENDIDIKAN
Dibuat untuk memenuhi tugas individu Sistem Informasi Manajemen Pendidikan dengan dosen pengampu Ibu Hana Lestari, M. Pd
Oleh :
Siti Indah Cahyaningrum
(1920.04.003)
PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
(1920.04.003)
PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
Virus
corona menyebabkan dampak yang sangat signifikan tidak hanya pada perekonomian
di Indonesia tetapi juga pada arus kehidupan masyarakat Indonesia.
Pada situasi seperti ini beberapa
negara termasuk Indonesia mulai memberlakukan langkah-langkah antisipasi guna
meminimalisir penyebaran virus tersebut. Salah satu langkah untuk menekan
penyebaran virus tersebut yaitu, physical distancing (menjaga jarak fisik) yang
dulu kita kenal dengan social dinstancing karena istilah ini lebih cocok
ketimbang istilah sebelumnya.
Kerkhove mengatakan, meskipun
jarak terpisah, namun masyarakat tetap bisa terhubung satu sama lain dengan
berbagai cara misalnya dengan internet dan media sosial.
Physical distancing sebenarnya
bukan untuk melarang masyarakat keluar rumah jika memang benar benar diharuskan
untuk keluar dari rumah. Hanya saja masyarakat harus menjaga jarak ketika
berkomunikasi dengan orang lain, menjauhi kerumunan, dan menahan diri untuk
tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain. Physical distancing
seharusnya tidak hanya dilakukan di luar ruangan tetapi juga di dalam rumah, menggunakan
masker ketika di luar rumah, menggunakan sapu tangan.
Sejauh ini physical distancing
yang diimbau oleh pemerintah adalah bekerja dirumah, belajar dirumah secara
online bagi siswa maupun mahasiswa, menunda pertemuan yang dihadiri oleh orang
banyak, tidak mengunjungi orang yang sedang sakit, melainkan cukup melalui
telepon atau video call.
Tedros juga mengatakan, setiap
negara juga perlu menerapkan strategi seperti isolasi dan merawat kasus yang
dikonfirmasi, serta melacak dana mengkarantina semua kontrak dekat pasien.
Kita juga harus menerapkan hidup
sehat di rumah dengan sering mencuci tangan, memakan makanan yang sehat dan
bergizi, istirahat yang cukup dan berolah raga.
Kebijakan mengenai pembatasan
pergerakan di luar rumah tersebut pun turut berpotensi memicu perubahan pada
beberapa sektor. Pada sektor pendidikan misalnya, terjadinya pengalihan,
penundaan, ataupun peniadaan kegiatan dalam pendidikan.
Berikut akan dibahas mengenai
analisis SWOT tentang pencegahan corona dan dampaknya untuk pendidikan di
indonesia saat ini.
1. Work
From Home.
-
Strength (S)
1)
Mengurangi pengeluaran biaya
operasional sekolah, bagi kepala sekolah karena segala kegiatan baik itu
pengajaran maupun meeting sudah dilakukan dari rumah yang disambungkan melalui
jaringan.
2)
Lebih fleksibe, maksudnya Para
pendidik bisa mengatur jam mengajar mereka sendiri dan dapat menentukan suasana
kerja sendiri.
3)
pengoptimalan dalam proses
belajar-mengajar karena tidak lagi terikat oleh ruang dan waktu.
4)
Keseimbangan dalam bekerja
dengan kehidupan (work life balance)
-
Weakness (W)
1)
Sulit dalam memonitoring
para pekerja.
2)
Banyak gangguan dalam
bekerja bisa berasal dari anak maupun keluarga.
3)
Terjadinya miskomunikasi,
entah itu pendidik dengan peserta didik, pendidik dengan atasan, ataupun
pendidik dengan pendidik.
4)
Biaya operasional di rumah
meningkat, mulai dari meningkatkan biaya listrik, wi-fi, dan makan yang
sebelumnya menjadi tanggungan pihak sekolah.
-
Opportunity (O)
1)
Memanfaatkan work from
home dengan meningkatkan dan mengembangkan
kekreatifan seluas mungkin dan hal itu juga bisa menjadi penghasilan tambahan.
2)
sebagai sarana
pembelajaran, pembekalan, dan pelatihan pemanfaatan teknologi bagi tenaga
kependidikan yang masih gagap teknologi.
-
Threat (T)
Meningkatnya
resiko kebocoran yang menangkut data rahasia lembaga pendidikan tersebut.
-
Solusi :untuk menghindari
kebocoran tersebut dapat dicegah dengan cara menggunakan koneksi VPN terpercaya
(berbayar) setiap kali terkoneksi ke Wi-Fi guna menjamin transmisi data anda
terenkripsi dengan aman dan tidak bisa dibaca sekalipun berhasil disadap.
Untuk menghindari
ganguan dari keluarga ataupun anak mungkin bisa dengan cara memberitahukan
kepada mereka kalau saat itu anda sedang bekerja.
2. Daring
-
Strength (S).
1)
Dapat dilakukan dimana
saja dan kapan saja asalkan tetap terhubung dengan jaringan internet. Contohnya
dapat menentukan suasana belajar dan waktu sendiri.
2)
pengoptimalan dalam proses
belajar-mengajar karena tidak lagi terikat oleh ruang dan waktu.
3)
Meningkatkan intensitas
berkomunikasi, maksudnya mendorong orang yang biasanya diam di dunia nyata,
menjadi aktif saat berkomunikasi di dunia maya.
4)
Meningkatkan partisipasi,
dengan terbukanya jalur komunikasi melalui dunia maya, akan semakin banyak
orang yang berpartisipasi dalam diskusi misalnya.
5)
Dapat menghemat biaya
transportasi yang mungkin harus di keluarkan mahasiswa ataupun siswa ketika
harus belajar di sekolah.
-
Weakness (W)
1)
mahasiswa maupun pelajar
merasa terbebani dengan pemberian tugas yang berlebih dengan dateline yang
cukup singkat, sehingga bisa menimbulkan masalah kesehatan fisik maupun mental
yang justru akan memengaruhi imunitasnya.
2)
Karena adanya physical
distancing proses pendidikan yang seharusnya dapat dilakukan melalui face to
face (secara real) menjadu jauh. Padahal jika kita lihat pendidikan akan
berjalan lebih optimal dan murid akan jauh lebih paham jika peserta didik dapat
berinteraksi secara langsung dengan pendidik (guru).
3)
Tidak mewakili emosi
pengguna.
4)
bertambahnya beban orang
tua karena harus menajdi guru di rumah, mengajari membuat tugas-tugas dan
selalu memonitor.
-
Opportunity (O)
1)
dapat menjadi tolak ukur
untuk pendidikan di indonesia dengan sistem daring apakah pantas atau baik di
terapkan untuk selanjutnya mengingat pendidikan di daerah-daerah yang jauh dari
perkotaan penyediaan sarananya masih kurang maksimal.
2)
sebagai sarana
pembelajaran, pembekalan, dan pelatihan pemanfaatan teknologi bagi para pelajar
yang masih gagap teknologi.
-
Threat (T)
1)
Peserta didik ataupun
tenaga pendidik harus mencari atau menemukan jaringan yang bagus, terkhusus
untuk mereka yang berada di pergunungan atau didesa yang memang kapasitas
jaringan internet masih minim dijangkau, agar dapat mengikuti belajar online
tanpa tertinggal.
2)
peserta didik maupun
tenaga pendidik harus mengeluarkan kocek lebih banyak untuk membeli kuota
internet agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar.
3)
tidak semua peserta didik
itu sudah memiliki perangkat elektronik, seperti smartphone dan komputer
dikarenakan keterbatasan biaya.
4)
Hilangnya rasa nyaman dan
tak dapat bekerja sama dalam suatu grup karena mereka sudah merasa nyaman dalam
bekerja sendiri.
-
Solusi : solusi dalam
dampak melonjaknya penggunaan data internet dibandinkan hari biasanya tidak
hanya harus dilakukan oleh pemerintah dengan membangun network atau menjalin
kerjasama dengan industri telko dengan menyediakan kuota gratis untuk pengguna
kartu tersebut. Tetapi juga harus dilakukan oleh kita sebagai pengguna, dengan
bijak mempergunakan kuota gratis tersebut, semisal dengan cara awasi konsumsi
data, batasi penggunaan streaming, update file hanya melalui wi-fi, kompresi
data di chrome, dan lainnya.
Menjalin
kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pembelajaran secara daring ini
yang akan memberikan fasilitas yang dapat diakses secara umum dan gratis,
seperti yang telah dilakukan kemdikbud sekarang ini.
Untuk
menghindari rasa nyaman dalam bekerja sendiri para pendidik mungkin bisa tetap
melakukan diskusi dengan rekan atau kelompok melalui media sosial untuk saat
ini.
Pemerintah
daerah dapat meliburkan sebagian sekolah yang memang di daerah tersebut sangat
minim dalam jaringan maupun sarana infrastrukturnya, dan mengalihkannya dengan
memberikan perintah untuk siswa belajar meningkatkan kreativitasnya dirumah.
Daftar pustaka




Komentar
Posting Komentar