Laporan Hasil Kuesioner tanggapan Pendidik Pada Pembelajaran dalam Internet (DARING) Saat Pandemi COVID 19
LAPORAN HASIL
KUESIONER TANGGAPAN PENDIDIK PADA PEMBELAJARAN DALAM INTERNET (DARING)SAAT
PANDEMI COVID 19
Diajukan untuk
memenuhi tugas Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
Dosen pengampu
:
Hana lestari,
M.Pd
Oleh :
Siti Indah
Cahyaningrum (1920.04.003)
PROGRAM STUDI
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA
ISLAM SAHID BOGOR
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur
senantiasa penulis panjatkan akan kehadirot Allah subhanahu wa taa’ala atas
segala rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan tema Kuesioner
Tanggapan Pendidik Pada Pembelajaran Dalam Internet (Daring) Saat Pandemi Covid
19.
Shalawat serta
salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW, beserta para sabat dan
pengikutnya yang setia sampai akhir zaman.
penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
memberikan informasi berupa tanggapannya mengenai sistem daring saat covid 19
ini, sehingga laporan ini dapat selesai tepat waktu. Diharapkan laporan ini
dapat memberikan tambahan informasi dan pengetahuan kepada kita semua tentang Kuesioner
Tanggapan Pendidik Pada Pembelajaran Dalam Internet (Daring) Saat Pandemi Covid
19.
Penulis juga
menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, masih banyak
kekurangan dalam penulisan laporan ini, oleh karena itu kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan laporan
ini.
Akhirnya,
semoga segala amal baik yang semua pihak berikan kepada penulis mendapatkan
balasan sebaik mungkin dari Allah subhanahu wata’ala.
Bogor,
16 Mei 2020
Penulis
DAFTAR
ISI
LATAR BELAKAG
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
TUJUAN
MANFAAT
BAB II KAJIAN TEORI
TANGGAPAN
PENGERTIAN TANGGAPAN
PENDIDIK
PENGERTIAN PENDIDIK
E-LEARNING
PENGERTIAN E-LEARNING
BAB III ANALISIS DATA
BAB IV PENUTUP
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Perkembangan zaman tidak terlepas
drai teknologi. Bahkan dalam kehidupan modern semua aspek kehidupan mengarah
pada kemajuan teknologi. Revolusi teknologi masa kini mengalami perubahan yang
sangat pesat, khususnya komputer dan internet yang terus melesat melampaui
sekat ruang yang ada. Perkembangna keduanya juga merupakan tantangan sekaligus
peluang pengembangan pendidikan di abad 21. Saat ini teknologi informasi telah
mengubah proses berpikir secar praktis dan efesien pada masyarakat kita
khussnya dan dunia pada umumnya. Kita semua saat ini dihadapkan pada garis
batas transisi yang berbasis teknologi, dimana kecepatan penyampain dan
penerimaan informasi sangatlah penting dalam rangka memajukan pendidikan.
Mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah adalah salah satu
upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Penerapan teknologi dalam proses
pembelajaran merupakan ruang lingkup teknologi pendidikan. Sejalan dengan
berkembangnya inovasi bidang teknologi. Pembelajaran dapat diaskes melalui
internet. Pembelajaran seperti ini disebut pembelajaran dalam internet (daring)
atau bisa disebut juga e-learning. System e-learning merupakan bentuk
impelementasi pembelajaran yang memanfaatkan internet yang tidak dibatasi oleh
ruang dan waktu.
Pemanfaatan
teknologi tersebut selain sebagai cara untuk memajukan pendidikan di Indonesia tetapi
juga sebagai jalan keluar yang sangat efektif dalam situasi yang kita hadapi
saat ini yaitu, pandemi covid 19. Bukan hanya di Indonesia saja tetapi juga di
seluruh dunia.
B.
TUJUAN
Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui :
1.
Tuntutan dan tanggapan pendidik
sebagai salah satu indikator kesuksesan dalam pembelajaran.
2.
Mengetahui indikator permasalahan
pendidik dalam pelaksanaan e-learning.
C.
MANFAAT
Adapun manfaat dalam kuesioner ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui apakah pendidik
terbantu dengan sistem e-learning saat covid 19
2.
Untuk mengetahui tindakan seperti
apa yang harus diambil setelah mengetahui masalah yang dihadapi pendidik saat
proses pembelajaran online berlangsung.
BAB
II
KAJIAN
TEORI
1.
Tanggapan
A.
Pengertian Tanggapan
Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, tanggapan sama dengan pengertian persepsi (penerimaan)
yaitu proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca indera (Dep P dan
K, 1989 : 6754). Berdasarkan pada pengertian tersebut bahwa apa yang diterima
oleh panca indera dapat disebut dengan tanggapan.
Sebagaimana dijelaskan Sumadi Suryabrata (1989 : 36) bahwa tanggapan adalah
bayangan yang tinggal dalam ingatan setelah melakukan pengamatan. Dari pendapat
ini dapat dipahami bahwa yang dimaksud tanggapan adalah bayangan yang berupa
kesan-kesan yang ada dalam ingatan seseorang yaitu hasil dari pengamatan
terhadap suatu objek tersebut sudah lepas dari ruang dan waktu pengamatan,
dalam arti pengamatan sudah berlangsung.
Hal ini
senada dengan pendapat Kartini Kartono (1996 : 57) menjelaskan bahwa tanggapan
adalah kesan-kesan yang dialami jika perangsang sudah tidak ada, dalam arti
proses pengamatan sudah berhenti dan tinggal kesan-kesan saja peristiwa
demikian ini disebut dengan tanggapan. Adapun Westy Soemanto (1990 : 23)
mendefinisikan bahwa tanggapan adalah bayangan yang menjadi kesan yang
dihasilkan dari pengamatan. Kesan tersebut menjadi kesadaran yang dapat
dikembangkan dalam hubungannya dengan konteks pengalaman waktu sekarang serta
antisipasi kesadaran untuk masa yang akan datang.
Di samping itu, Abu Ahmadi dan M. Umar (1995 :36), berpendapat bahwa tanggapan
adalah gambaran dari pengamatan di mana objek yang diamati tidak lagi berada
dalam ruang dan waktu pengamatan. Jadi jika proses pengamatan sudah berhenti
dan hanya tinggal kesan-kesannya saja, peristiwa demikian itu disebut dengan
tanggapan. Dari pendapat ini dapat diketahui bahwa timbulnya tanggapan berasal
dari pengamatan yang sudah berlaku terhadap suatu objek.
Berdasarkan
beberapa definisi di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa yang dimaksud dengan
tanggapan adalah bayangan atau kesan-kesan yang tinggal dalam ingatan setelah
melakukan pengamatan terhadap suatu objek, dengan objek tersebut sudah tidak
ada lagi dalam ruang dan waktu pengamatan.
Adapun
jenis atau macam-macam tanggapan dilihat dari fungsinya ada dua yaitu tanggapan
fungsi primer dan tanggapan fungsi sekunder. Tanggapan fungsi primer adalah
tanggapan-tanggapan yang berpengaruh pada kehidupan kejiwaan (berpikir,
perasaan dan pengenalan). Sedangkan apabila tanggapan-tanggapan yang sudah
disadari dan masih terus berpengaruh terhadap kehidupan kejiwaan kita, fungsi
tanggapan ini disebut dengan fungsi sekunder (Kartini Kartono, 1996 : 59).
Agus
Sujanto (1993 : 32) mengklasifikasikan tanggapan ke dalam tiga bagian :
1) Menurut
indera yang mengamati tersebut
§ Tanggapan
auditif adalah jenis tanggapan suara yang memakai indera pendengar.
§ Tanggapan
visual adalah jenis tanggapan yang memakai indera pelihat.
§ Tanggapan
perasa yaitu jenis tanggapan yang memakai indera perasa.
2) Menurut terjadinya
§ Tanggapan
ingatan, artinya orang orang itu mempunyai tanggapan yang baik sekali mengenai
kejadian yang telah berlalu.
§ Tanggapan
fantasi, artinya orang yang mempunyai tanggapan yang baik sekali bagi apa yang
telah diangan-angankan/dibayangkan.
§ Tanggapan
fikir, artinya orang yang mempunyai tanggapan yang baik sekali bagi apa yang
telah dipikirkannya.
3) Menurut Lingkungannya
§ Tanggapan
benda (kebendaan) artinya orang itu mempunyai tanggapan yang baik sekali
tentang benda-benda yang ada di lingkungannya.
§ Tanggapan
perkataan, artinya orang itu mempunyai tanggapan yang baik sekali mengenai
apa-apa yang telah dikatakan individu di sekelilingnya.
Adapun menurut Sumardi Suryabrata (1989 : 36) membagi
tanggapan pada tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
1). Tanggapan masa lampau atau tanggapan ingatan
2). Tanggapan masa datang atau mengantisifasika
3). Tanggapan masa kini atau tanggapan representatif
(tanggapan mengimajinasikan)
Dan menurut A. Hadisaputro (1986 : 37), mengungkapkan
bahwa jenis-jenis tanggapan itu meliputi : jenis tanggapan pelihat atau
tanggpan visual, jenis tanggapan suara atau tanggapan auditif, dan tanggapan
raba/rasa.
2.
Pendidik
·
Pengertian pendidik
Pengertian guru menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) didefinisikan
sebagai orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar.
Pengertian
guru secara umum adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik
pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan
pendidikan menengah.
Lebih
luas lagi, guru dapat diartikan sebagai orang yang mengajar atau memberi ilmu
pada orang lain dalam bidang ilmu dan keahlian apa pun itu, misalnya saja
seperti guru SD, guru matematika, guru silat, guru piano, dan lain sebagainya.
Menurut Husnul Chotimah (2008)
Pengertian
guru secara sederhana adalah orang yang memfasilitasi proses peralihan ilmu
pengetahuan dari sumber belajar ke peserta didik.
Menurut Dri Atmaka (2004)
Definisi
guru (pendidik) adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan
pertolongan kepada anak didik dalam perkembangan baik jasmani maupun rohaninya.
Agar tercapai tingkat kedewasaan mampu berdiri sendiri memenuhi tugasnya sebagai
mahluk Tuhan, mahluk sosial dan mahluk individu yang mandiri.
Menurut Mulyasa (2003)
Arti
guru (pendidik) harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen
pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan secara
nasional.
Menurut Ahmadi (1977)
Guru
(pendidik) adalah sebagai peran pembimbing dalam melaksanakan proses belajar
mengajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa merasa aman dan
berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapai mendapat penghargaan dan
perhatian sehingga dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa.
Menurut Drs. Moh. Uzer Usman (1996)
Definisi
guru adalah setiap orang yang bertugas dan berwenang dalam dunia pendidikan dan
pengajaran pada lembaga pendidikan formal.
Menurut Noor Jamaluddin (1978)
Pengertian
guru adalah pendidik, orang dewasa yang bertanggung jawab untuk memberikan
bimbingan atau bantuan kepada siswa dalam pengembangan tubuh dan jiwa untuk
mencapai kematangan, mampu berdiri sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai
khalifah Allah di muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang mampu
berdiri sendiri.
Tugas Guru:
Guru
memiliki beberapa fungsi dan tugas. Berikut merupakan tugas guru dalam
kaitannya dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia sesuai undang-undang.
- Mengajarkan kebudayaan kepada peserta
didik berupa kepandaian, kecakapan dan pengalaman-pengalaman
- Membentuk kepribadian anak yang harmonis
sesuai cita-cita dan dasar negara Pancasila
- Menyiapkan anak menjadi warga negara yang
baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR
No. 2 Tahun 1983
- Sebagai perantara dalam proses belajar
siswa atau murid.
- Sebagai pembimbing untuk membawa anak
didik ke arah kedewasaan. Pendidik tidak maha kuasa, tidak dapat membentuk
anak menurut kehendak hatinya.
- Sebagai penghubung antara sekolah dan
masyarakat
- Sebagai penegak disiplin dan menjadi
contoh dalam segala hal, termasuk tata tertib.
- Sebagai adminstrator dan manajer, dimana
guru bertindak sebagai perencana kurikulum
- Sebagai pemimpin bagi murid atau siswa
yang diajar.
- sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak.
- Mengembangkan keterampilan-keterampilan
pada siswa.
- Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Merencanakan dan melaksanakan pengajaran.
- Menciptakan suasana atau iklim proses
pembelajaran yang baik sehingga dapat memotivasi siswa untuk senantiasa
belajar dengan baik dan bersemangat.
- Mendidik, mengajar dan melatih siswa dan
murid.
Peran Guru
Guru memiliki banyak peran, bukan hanya sebagai pengajar saja,
tapi juga peran-peran lainnya. Berikut merupakan beberapa peran guru secara
umum.
- Guru sebagai pendidik
- Guru sebagai pengajar
- Guru sebagai pembimbing
- Guru sebagai penasihat
- Guru sebagai inovator
- Guru sebagai pendorong kreatifitas
- Guru sebagai emansipator
- Guru sebagai pemimpin
- Guru sebagai pengelola pembelajaran
- Guru sebagai model dan teladan
- Guru sebagai anggota masyarakat
- Guru sebagai administrasi
- Guru sebagai evaluator
- Guru sebagai kulminator
3.
E-Learning
A.
PENGERTIAN DARING
Pengertian E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang
berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer.
Dengan dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam
bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang
lebih luas yaitu internet.
Menurut (Michael, 2013:27), E-learning adalah Pembelajaran yang
disusun ialah dengan tujuan menggunakan suatu sistem elektronik atau juga
komputer sehingga mampu untuk mendukung suatu proses pembelajaran.
Menurut
(Chandrawati, 2010), E-learning adalah Suatu proses pembelajaran jarak
jauh dengan cara menggabungkan prinsip-prinsip didalam proses suatu
pembelajaran dengan teknologi.
Menurut (Ardiansyah,
2013), E-learning adalah suatu sistem pembelajaran yang digunakan ialah
sebagai sarana ialah sebagai proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa
harus bertatap muka dengan secara langsung antara pendidik dengan siswa/i.
Karakteristik E-learning
Menurut
Rosenberg (2001) karakteristik E-learning tersebut bersifat jaringan, yang
membuatnya mampu untuk dapat memperbaiki dengan secara cepat, menyimpan atau
juga memunculkan kembali, mendistribusikan, serta juga sharing
pembelajaran juga informasi.
Karakteristik
E-learning menurut Nursalam (2008:135) antara lain :
·
Menggunakan bahan ajar
bersifat mandiri (self learning materials) yang kemudian disimpan
didalan komputer, sehingga dapat untuk diakses oleh doesen
serta mahasiswa kapan saja dan dimanapun.
·
Memanfaatkan suatu
jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, serta hal-hal yang
berkaitan dengan suatu administrasi pendidikan dapat dilihat pada
tiap-tiap komputer.
·
Memanfaatkan suatu jasa
teknologi elektronik.
·
Memanfaatkan suatu
keunggulan komputer (digital media serta juga komputer networks)
BAB III
ANALISIS DATA
A.
Deskripsi Profil Responden
Data kuesioner
dari 20 responden (pendidik) yang diolah dalam laporan ini mempunyai
karakteristik / profil sebagai berikut :
Jika dilihat
berdasarkan jenis instansi/lembaga (lihat grafik 1.1), hasil survey ini
menunjukkan bahwa untuk jumlah responden terbanyak berasal dari instansi
pendidikan TK/PIAUD dan SMP/MTS dengan jumlah responden sebanyak 6 responden
(30%), sementara untuk jumlah responden yang paling sedikit berasal dari
SMA/SMK/MA dengan jumlah responden sebanyak 1 responden (5%).
B.
Deskripsi keefektif dan keefisien daring dalam
pandemi COVID 19
Berdasarkan keefektifan dan keefisien daring dalam pandemi covid 19 mempunyai karakteristik/profil sebagai berikut:
Jika dilihat berdasarkan grafik di atas,
hasil survey ini menunjukan bahwa responden yang memberikan kata “ya”/”setuju”
sebanyak 9 responden (45%)/ 3 responden (15%) dan responden yang memberikan
kata “tidak”/”tidak setuju” sebanyak 5 responden (25%)/ 3 responden (15%).
C.
Deskripsi keoptimalan materi yang diajarkan
pendidik menggunkan sistem daring
Berdasarkan
keoptimalan mataeri yang diajarkan pendidik menggunakan sistem daring mempunyai
karakteristik/profil sebagai berikut:
Jika dilihat
berdasarkan grafik di atas, hasil survey menunjukan bahwa lebih banyak
responden yang memberikan no. 3 sebanyak 10 responden (50%). Keterangan tingkat
1 untuk tidak optimal dan 5 untuk sanagt optimal.
D.
Deskripsi Sistem daring membuat lingkungan
pengujian menjadi lebih aman
Berdasarkan pernyataan sistem daring
membuat lingkugan pengujian menjadi lebih aman memperoleh karakteristik/profil
sebagai berikut:
Jika dilihat berdasarkan grafik di atas,
hasil survey menunjukan bahwa lebih banyak responden memberikan jawaban
“mungkin” dengan 11 responden (55%) dan sedikit responden memberikan jawaban
“ya” dengan 3 responden (15%)
E.
Deskripsi pendidik masih merasa kesusahan dalam pengunaan
teknologi dalam pembelajaran secara online
Berdasarkan pendidik masih merasa
kesusahan dala penggunaan teknologi dalam pembelajaran secara online memperoleh
karakteristik/profil sebagai berikut:
Jika dilihat berdasarkan grafik diatas,
hasil survey menunjukan bahwa banyak responden yang memilih “tidak” dengan 9
responden (45%) lalu memilih “mugkin” dengan 8 responden (40%) dan sedikit yang
memilih “ya” dengan 3 responden (15%).
F.
Deskripsi Sistem daring ini mempermudahkan anda untuk
mengevaluasi untuk kerja pembelajaran
Berdasarkan sistem daring mempermudahkan
anda untuk mengevaluasi untuk kerja pembelajaran memperoleh
karakteristik/profil sebagai berikut:
Jika dilihat berdasarkan grafik di atas,
hasil survey menunjukan bahwa banyak responden yang memberi no.3 dengan 10
responden (50%) dan no.1 dengan 1 responden (5%). Keterangan tingkat 1 untuk
sangat rendah dan tingkat 5 untuk sangat tinggi.
G.
Kendala yang dihadapi pendidik
·
Anak-anak yang
tidak memiliki smartphone dan yang tidak memiliki kouta Mempersulit untuk
melakukan pembelajaran.
·
Sinyal yang tidak
stabil, kuota yg harus selalu terisi setiap hari.
·
Tugas biasanya di
informasikan lewat handphone, sedangkan untuk anak SD tidak semua orang tua nya
memiliki handphone, dan mengerti cara menggunakan handphone. Jadi penyampaian
tugas akan terhambat. Lalu tugas yang diberikan belum tentu 100% anak yang
mengisi, mungkin ada yg di bantu oleh orang tuanya, dan mungkin juga ada yang
di kerjakan oleh orang tuanya.
·
Kendala dalam
penerapan sistem ini yaitu ada beberapa kelurga murid yang belum mempunyai
sarana untuk menerima materi seperti HP,, dan ada beberapa anak murid ketika
diberi tugas tidak mengerjakan disebabkan kurangnya kerja sama orang tua untuk
mengawasi kegiatan belajar dirumah
·
Tidak semua siswa
dapat mengikuti sistem daring karena keterbatasan fasilitas dan ekonomi. Juga
sebagian siswa kurang diperhatikan orangtuanya sehingga cuek dengan tugas-tugas
melalui sistem daring sehingga siswa santai karena tidak ada yang memantau dan
membimbing.
·
Banyak kendala yang
dihadapi dalam pembelajadan daring, karna tidak semu siswa mempunyai alat
komunikasi, bahkan yang punyapun ada kendala dari kuotanya. Itulah salah satu
kendala yang sangat dominan pada siswa dalam pelaksanaan belajar online.
·
Jaringan
·
Jaringan atau
sinyal
·
Tidak semua siswa
mempunyai hp android berbasis internet
·
Internet
·
Siswa yang kurang
memahami teknologi. Sinyal dan kuota yang membuat gundah. Siswa yang merasa
bosan. Siswa yang lebih menyukai sistem tatap muka sebab pengajaran lebih mudah
sampai. Banyak siswa yang ketinggalan pelajaran karena tak semua aktif secara
bersamaan.
·
Banyak sekali
kendala nya. Seperti koneksi sinyal, kurang nya pemahaman kepada siswa, kurang
optimalnya pemebelajaran, dan masih banyak lagi.
·
Tidak semua siswa
mempunyai alat elektronik seperti Hp/laptop ditambah sinyal jaringan yang
kurang kondusif sehingga penyampaian materi pun tidak efektif..
·
Yang paling utama
adalah ketidak maksimalan dalam memantau siswa siswi dirumah yang harus belajar
lewat sistem daring karna tidak sedikit siswa/i yang tidak memiliki gadget
sehingga menyulitkan mereka untuk menjalani belajar sistem daring ini, belum
lagi masalah signal sehingga akan tidak efisien dari segi waktu. Baik pendidik
maupun yang didik harus sangat memiliki kesadaran diri dan semangat juang yang
tinggi sehingga sistem pembelajaran seperti apapun akan bisa dijalani secara
efektif.
·
Pembelajaran yang
tidak kondusif dan sangat tidak efektif
·
Tidak semua siswa
merasa efektif karena keterbatasan teknologi yang mereka miliki, membuat
pendidik tidak optimal juga dalam menyampaikan pelajaran.
·
Sebagian belum bisa
mengikuti karena bertempat di daerah pegunungan
·
Kuota internet dan
siswa kurang memahami apa yang diajarakan atau tifak efektif dalam KBM
·
Jaringan dan kuota
dari mahasiswa
·
Sinyal dan kuota
BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari hasil pengolahan data dan analisa yang berasal dari 20
responden untuk tanggapan pendidik pada pembelajaran dalam internet (daring)
saat pandemi covid 19 diperoleh beberapa point kesimpulan sebagai berikut :
·
untuk jumlah responden terbanyak
berasal dari instansi pendidikan TK/PIAUD dan SMP/MTS dengan jumlah responden
sebanyak 6 responden (30%), sementara untuk jumlah responden yang paling
sedikit berasal dari SMA/SMK/MA dengan jumlah responden sebanyak 1 responden
(5%).
·
responden yang memberikan kata “ya”/”setuju” sebanyak 9
responden (45%)/ 3 responden (15%) dan responden yang memberikan kata
“tidak”/”tidak setuju” sebanyak 5 responden (25%)/ 3 responden (15%).
·
lebih banyak
responden yang memberikan no. 3 sebanyak 10 responden (50%). Keterangan tingkat
1 untuk tidak optimal dan 5 untuk sanagt optimal.
·
lebih banyak responden memberikan jawaban “mungkin” dengan 11
responden (55%) dan sedikit responden memberikan jawaban “ya” dengan 3
responden (15%)
·
banyak responden yang memilih “tidak” dengan 9 responden
(45%) lalu memilih “mugkin” dengan 8 responden (40%) dan sedikit yang memilih
“ya” dengan 3 responden (15%).
·
banyak responden yang memberi no.3 dengan 10 responden (50%)
dan no.1 dengan 1 responden (5%). Keterangan tingkat 1 untuk sangat rendah dan
tingkat 5
untuk sangat tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.zonareferensi.com/pengertian-guru/
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-e-learning/
http://www.definisi-pengertian.com/2015/05/definisi-dan-pengertian-tanggapan-serta.html
https://www.slideshare.net/SUMBERBOTOPAKWAHABJO/makalah-pendidikan-berbasis-internet


Komentar
Posting Komentar