Nama: Siti Indah
Cahyaningrum
NIM: 1920.04.003
Prodi/SEM: Manajemen
Pendidikan Islam/2
Mata kuliah: Sistem
Informasi Manajemen Pendidikan
Dosen Pengampu: Hana
Lestari, M.Pd
Assalamualaikum
warrahmattullahi wabbarakatuh.. kawan kawan.
Disini saya mau sedikit
membahas sesuatu hal yang sedang booming saat ini. Tentunya masih dalam ranah
pendidikan.
Kawan-kawan pasti tak
asing dengan program pendidikan yang baru baru ini melalui media televesi milik
pemerintah “TVRI”. Kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) telah
meluncurkan program “belajar dari rumah” yang katanya program kerja sama dengan
kemendikbud ini akan berjalan selama tiga bulan.
Hal ini sebagai upaya
beliau (Nadiem Makarim) dalam pemecahan masalah mengenai masyarakat yang memiliki
keterbatasan dalam mengakses internet, baik dalam tantangan ekonomi maupun
letak geografis.
“khususnya membantu
masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena
tantangan ekonomi maupun letak geografis.” Kata Nadiem, kamis 9 April 2020.
Maka dari itu saya akan
sedikit menganalisis salah satu program “belajar dari rumah” di tvri jenjang
SMP (Sekolah Menengah Pertama) mengenai kelebihan dan kekurangannya.
Hari/Jam penayangan:
selasa, 09.30 – 10.00
Jenjang: SMP
Pembelajaran: Matematika
(pecahan)
kelebihan :
1.
Dalam program
tersebut, mereka menggunakan kegiatan sehari-hari, sehingga penonton merasa tak
asing dengan kegiatan tersebut. Untuk mensimulasikan materi matematika mengenai
pecahan seperti dengan permainan domino atau sebuah kejadian lain seperti
ketika kalian harus membagi rata suatu makanan kepada orang orang.
2.
Penjelasannya tak
berbelit dan langsung pada intinya. Sehingga para penonton dapat langsung
memahami apa yang sedang dijelaskan.
3.
Diakhir penjelasan
selalu diberikan sebuah pertanyaan, hal ini sangat berguna untuk menjadi bahan
pritinjauan penonton apakah mereka sudah memahami penjelasan tersebut atau
belum.
Kekurangan:
1.
Penjelasan materi
terlalu cepat, hal ini sangat berpengaruh terhadap pemahaman penonton. Karena
tidak semua orang memiliki daya tangkap yang sama, maka dari itu dengan
penjelasan materi yang terlalu cepat dan daya tangkap orang yang berbeda-beda
menjadikan program ini belum sepenuhnya efektif untuk proses pembelajaran jarak
jauh. Karena masih akan ditemukan masyarakat yang kurang paham ataupun tidak
paham akan apa yang sedang di pelajari.
2.
3.
Tidak adanya web
atau link untuk penonton yang masih kurang paham terhadap materi yang
disampaikan. Karena dengan memberikan web atau link pertanyaan, penonton akan
mendapatkan jawaban langsung dari pakarnya mengenai hal ang mereka kurang
pahami. Sehingga menjadikan program “belajar dari rumah” proses pembelajaran
tidak dalam satu arah saja.


Komentar
Posting Komentar