LAPORAN HASIL
KUESIONER KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL TENAGA PENDIDIK
DI BOGOR
Diajukan untuk
memenuhi tugas Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
Dosen pengampu
:
Hana lestari,
M.Pd
Oleh :
Siti Indah
Cahyaningrum (1920.04.003)
PROGRAM STUDI
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA
ISLAM SAHID BOGOR
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur
senantiasa penulis panjatkan akan kehadirot Allah subhanahu wa taa’ala atas
segala rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan tema Kuesioner
Kemampuan Literasi Digital Tenaga Pendidik Di Bogor.
Shalawat serta
salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW, beserta para sabat dan
pengikutnya yang setia sampai akhir zaman.
penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
memberikan informasi berupa tanggapannya mengenai kemampuan literasi digital,
sehingga laporan ini dapat selesai tepat waktu. Diharapkan laporan ini dapat
memberikan tambahan informasi dan pengetahuan kepada kita semua tentang Kuesioner
Kemampuan Literasi Digital Tenaga Pendidik Di Bogor.
Penulis juga
menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, masih banyak
kekurangan dalam penulisan laporan ini, oleh karena itu kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat membangun selalu diharapkan demi kesempurnaan laporan
ini.
Akhirnya,
semoga segala amal baik yang semua pihak berikan kepada penulis mendapatkan
balasan sebaik mungkin dari Allah subhanahu wata’ala.
Bogor,
13 Juni 2020
Penulis
DAFTAR
ISI
LATAR BELAKAG
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
TUJUAN
MANFAAT
BAB II KAJIAN TEORI
KEMAMPUAN
PENGERTIAN KEMAMPUAN
LITERASI DIGITAL
PENGERTIAN LITERASI DIGITAL
BAB III ANALISIS DATA
BAB IV PENUTUP
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Perkembangan zaman tidak terlepas
drai teknologi. Bahkan dalam kehidupan modern semua aspek kehidupan mengarah
pada kemajuan teknologi. Revolusi teknologi masa kini mengalami perubahan yang
sangat pesat, khususnya komputer dan internet yang terus melesat melampaui
sekat ruang yang ada. Perkembangna keduanya juga merupakan tantangan sekaligus
peluang pengembangan pendidikan di abad 21. Di abad 21 ini, kemampuan dalam menggunakan teknologi digital
adalah kebutuhan mendesak yang perlu dimiliki oleh siapa pun untuk dapat
bersaing secara global..
Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk
menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan,
mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat,
bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi
dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan
memiliki kemampuan literasi digital tenaga pendidik akan merasakan
keuntungannya seperti tugas dalam memberikan materi kepda murid menjadi lebih
mudah dan informasi yang didapatkanpun menjadi semakin lengkap. Bukan hanya
tenaga pendidik yang meraskan keuntungan namun hal ini juga berpengaruh dalam
berkembangnya sistem manajeman pendidikan di Indonesia.
B.
TUJUAN
Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui :
1.
Tuntutan dan tanggapan pendidik
sebagai salah satu indikator kesuksesan dalam pembelajaran.
2.
Mengetahui indikator permasalahan pendidik
dalam menggunakan teknologi digital.
C.
MANFAAT
Adapun manfaat dalam kuesioner ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui apakah tenaga
pendidik di bogor telah mampu mengoperasikan teknologi digital
2.
Untuk mengetahui tindakan seperti
apa yang harus diambil setelah mengetahui masalah yang dihadapi pendidik
mengenai literasi digital.
BAB
II
KAJIAN
TEORI
1.
Kemampuan
A.
Pengertian Kemampuan
Kemampuan adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan
beragam tugas dalam suatu pekerjaan.
Sedangkan kemampuan menurut beberapa para ahli, sebagai
berikut:
Kemampuan (abilities) seseorang
akan turut serta menentukan perilaku dan hasilnya. Yang dimaksud kemampuan atau
abilities ialah bakat yang melekat pada seseorang untuk melakukan suatu
kegiatan secara phisik atau mental yang iaperoleh sejak lahir, belajar, dan
dari pengalaman (Soehardi,2003:24).
Stepen P.
Robbins dalam bukunya Perilaku Organisasi (2003:52)
kemampuan adalah suatu kapasitas individu untuk melaksanakan tugas dalam
pekerjaan terrtentu.
Soelaiman
(2007:112) kemampuan adalah sifat yang dibawa lahir atau
dipelajari yang memungkinkan seseorang yang dapat menyelesaikan pekerjaannya,
baik secara mental ataupun fisik. Karyawan dalam suatu organisasi, meskipun
dimotivasi dengan baik, tetapi tdak semua memiliki kemampuan untuk bekerja
dengan baik. Kemampuan dan keterampilan memainkan peranan utama dalam perilaku
dan kinerja individu. Keterampilan adalah kecakapan yangberhubungan dengan
tugas yang di miliki dan dipergunakan oleh seseorang padawaktu yang tepat.
2.
Literasi Digital
·
Pengertian literasi digital
Literasi, dikutip dari Guru Digital, secara umum diketahui sebagai
seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis,
berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu
yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Di abad 21 ini, keterampilan
literasi adalah kebutuhan mendesak yang perlu dimiliki oleh siapa pun untuk
dapat bersaing secara global.
Forum Ekonomi Dunia 2015 membagi
gambaran tentang keterampilan literasi menjadi 6 dasar, yang dikutip dari Panduan Gerakan Literasi Nasional Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan RI, seperti berikut:
·
Literasi Baca Tulis
·
Literasi Numerasi
·
Literasi Sains
·
Literasi Digital
·
Literasi Finansial
·
Literasi Budaya dan
Kewargaan
Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk
menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan,
mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat,
bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam
rangka membina komunikasi dan
interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Literasi digital juga
merupakan kemampuan menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengkomunikasikan
konten/informasi dengan kecakapan kognitif dan teknikal. Digital
literasi lebih cenderung pada hal hal yang terkait dengan keterampilan teknis
dan berfokus pada aspek kognitif dan sosial emosional dalam dunia dan
lingkungan digital.
Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang
berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan
untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai
sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer.Bawden (2001)
menawarkan pemahaman baru mengenai literasi digital yang berakar pada literasi
komputer dan literasi informasi. Literasi komputer berkembang pada dekade
1980-an, ketika komputer mikro semakin luas dipergunakan, tidak saja di
lingkungan bisnis, tetapi juga di masyarakat. Namun, literasi informasi baru
menyebar luas pada dekade 1990-an manakala informasi semakin mudah disusun,
diakses, disebarluaskan melalui teknologi informasi berjejaring. Dengan
demikian, mengacu pada pendapat Bawden, literasi digital lebih banyak dikaitkan
dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan
informasi.
Elemen esensial untuk
mengembangkan literasi digital:
•
Kultural, yaitu pemahaman ragam konteks
pengguna dunia digital;
•
Kognitif, yaitu daya pikir dalam menilai konten;
•
Konstruktif, yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual;
•
Komunikatif, yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi di
dunia digital;
•
Kepercayaan diri yang bertanggung jawab;
•
Kreatif, melakukan hal baru dengan cara baru;
•
Kritis dalam menyikapi konten; dan bertanggungjawab secara sosial
Prinsip dasar pengembangan
literasi digital :
1. Pemahaman untuk mengekstrak ide secara eksplisit dan implisit
dari media
2. Saling ketergantungan antara media yang satu dengan media yang
lain
3. Faktor sosial menentukan keberhasilan jangka panjang media yang
membentuk ekosistem organik untuk mencari informasi, berbagi informasi,
menyimpan informasi dan akhirnya membentuk ulang media itu sendiri
4. Kurasi atau kemampuan untuk menilai sebuah informasi, menyimpannya
agar dapat di akses kembali.
Berkembangnya peralatan digital dan akses
informasi tentu menjadi tantangan sekaligus peluang. Dengan penggunaan internet
yang terbilang tinggi, pihak pemerintah Indonesia mesti memikirkan cara terbaik
dalam menanggulangi berita atau informasi hoaks, ujaran kebencian, dan perilaku
intoleran yang dapat dengan mudah ditemui di media sosial. Selain tantangan
yang akan muncul terdapat juga peluang dari berkembangnya literasi digital, seperti
meningkatnya keuntungan dalam bisnis e-commerce, lahirnya
lapangan pekerjaan baru berbasis media digital, dan pengembangan kemampuan
literasi tanpa menegasikan teks berbasis cetak.
Pemerintah melihat hal ini sebagai peluang untuk
menciptakan 1.000 technopreneurs dengan nilai bisnis sebesar
$10 miliar dengan nilai e-commerce mencapai $130 miliar atau
setara dengan Rp1.800 triliun pada tahun 2020.
Dengan adanya jaringan internet pula, digitalisasi
dapat dijadikan media perantara untuk menuju praktik literasi yang dapat
menghasilkan teks berbasis cetak. Sebagai contoh, kegiatan menulis di blog
pribadi bisa diarahkan untuk mengumpulkan tulisan untuk kemudian bisa dicetak
menjadi buku yang berisi kumpulan tulisan dengan tema tertentu yang diambil
dari blog pribadi.
BAB III
ANALISIS DATA
A.
Deskripsi Profil Responden
Data kuesioner
dari 11 responden (pendidik) berasal dari tenaga pendidik tingkat SD dengan
responden laki-laki maupun perempuan, usia respnden berkisar umur <20
sebanyak 4 responden, 20-29 sebanyak 3 responden, 30-39 sebanyak 1 responden,
40-49 sebanyak 2 responden, dan >49 sebanyak 1 responden.
B.
Deskripsi kemampuan yang dimiliki
pendidik dalam menggunakan teknologi
Berdasarkan kemampuan yang dimiliki
pendidik dalam menggunakan teknologi mempunyai karakteristik/profil sebagai
berikut:
Jika dilihat berdasarkan survey, hasil
survey ini menunjukan bahwa seluruh responden (100%) sepakat memberikan kata
“ya, sudah memiliki” kemampuan dalam menggunakan teknologi dalam proses
pembelajaran.
C.
Deskripsi kemampuan dalam mengoperasikan
hardware.
Berdasarkan kemampuan
dalam mengoperasikan hardaware mempunyai karakteristik/profil sebagai berikut:
Jika dilihat
berdasarkan survey, hasil survey menunjukan bahwa seluruh responden (100%) sepakat
memberikan kata “ya” dalam mengoperasikan hardware (perangkat keras) dalam
kompeter, laptop, maupun smartphone
D.
Deskripsi kemampuan dalam mengoperasikan software.
Berdasarkan kemampuan dalam
mengoperasikan software memperoleh karakteristik/profil sebagai berikut:
Jika dilihat berdasarkan survey, hasil
survey menunjukan bahwa lebih banyak responden memberikan jawaban “ya” dengan
10 responden (90,9%) dan sedikit responden memberikan jawaban “mungkin” dengan
1 responden (9,1%)
E.
Deskripsi pertanyaan apakah dengan memiliki kemampuan digital
memberikan dampak positif bagi pendidik.
Berdasarkan pernyataan apakah dengan
memiliki kemampuan digital memberikan dampak positif bagi pendidik memperoleh
karakteristik/profil sebagai berikut:
Jika dilihat berdasarkan survey, hasil
survey menunjukan bahwa banyak responden yang memilih “ya” dengan 9 responden (81,8%)
lalu memilih “mugkin” dengan 2 responden (18,2%).
F.
Deskripsi kelebihan yang dirasakan pendidik dengan memiliki
kemampuan literasi digital.
Berdasarkan kelebihan yang dirasakan
pendidik dengan memiliki kemampuan literasi digial memperoleh
karakteristik/profil sebagai berikut:
·
Waktu yang
fleksibel
·
dengan memiliki
pemahaman dan kemampuan literasi baik non digital maupun digital,semua model
maupun metode pembelajaran itu bukanlah suatu hal yg menyulitkan, bahkan jika
seorang dosen jika sudah terbiasa dalam perkuliahan menggunakan teknologi
komputer yg terkoneksi dengan media internet, ketika dihadapkan dengan keadaan
yg memaksa seperti halnya pada masa pandemi sekarang ini. hal ini pun bukanlah
suatu yg baru.
·
Lebih mudah dalam
bekerja
·
Dizaman sekarang
ini banyak hal yang menggunakan teknologi.contohnya seperti informasi -
informasi yang disampaikan melalui teknologi digital, dan membuat data dengan
mudah menggunakan teknologi tersebut tanpa harus ditulis tangan. Karena
sekarang sudah zaman modern, maka kita harus memiliki kemampuan literasi
digital, untuk memudahkan kita dalam mengerjakan sesuatu.
·
Pekerjaan jadi
mudah
·
Bisa
mengkombinasikan pembelajaran dengan media digital, dan itu sangat membantu
dalam proses penyampaian pembelajaran.
·
Lebih mudah
menjangkau informasi dan memudahkan kerjaan yang berbasisi IT.
·
Lebih mudah dalam
mencari informasi
·
jangkauan yang
lebih luas
·
Mempermudah
kegiatan belajar mengajar dan membuat motivasi belajar anak lebih baik jika
belajar menggunakan perangkat teknologi, seperti melihat gambar, Vidio yang
berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan,, dan mempermudah memasukan nilai
dan menyusun nya ketika memiliki kemampuan literasi digital
·
Lebih memudahkan
dalam melaksnakan pekerjaan
G.
Deskripsi pernyataan pendidik merasa kesusahan dalam
melibatkan teknologi digital dama proses pembelajaran.
Berdasarkan pernyataan pendidik merasa
kesusahan dalam melibatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran
memperoleh karaketeristik/profil sebagai berikut:
Jika berdasarkan survey, hasil survey
menunjukan bahwa persentase responden yang memilih kata “ya” dengan 5 responden
(45,5%) sama dengan persentase responden yang meilih kata “tidak”, lalu sedikit
responden yang memilih kata “mungkin” dengan 1 responden (9,1%).
H.
Deskripsi apa yang menjadi kendala dalam menggunakan teknologi
digital dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan kendala apa dalam menggunakan
teknologi digital dalam proses pembelajaran memperoleh karakteristik/profil
sebaga berikut:
·
Kendalanya pada
adaptasi dan signal provider
·
Fasilitas sekokah
dan kreatifitas dari guru
·
Karena lokasi di
daerah pegunungan
·
Pendidik yang
memiliki usia muda mungkin sudah banyak yang menerapkan, karena mereka
diajarkan ketika mereka masih sekolah. Sedangkan pendidik yang berusia lanjut
mungkin akan sulit menerapkannya karena belum pernah belajar mengenai teknologi
- teknologi yang semakin canggih.
·
Jaringan
·
jika letak
geografis nya tidak mendukung, salah satu contoh belum masuk nya pembangunan
jaringan internet yg menyeluruh
·
Fasilitas yang
dimiliki oleh guru dan lembaga kurang memadai,, maka dari itu guru dituntut
untuk lebih kreatif untuk memberikan materi kepada murid-murid agar terciptanya
KBM yang baik dan menyenangkan
·
Ketersediaan alat
tekhnologi yang memadai di sekolah
·
kurangnya akses
internet, tidak semua peserta didik memiliki ponsel
·
Kendala bagi
seorang pendidik dalam menerapkan pembelajaran dengan teknologi digital yaitu
karena kurangnya ketersediaan alat teknologi yang dimiliki sekolah.
·
Karena usia mereka
yang masih belia, sehingga harus diberikan pembelajaran yang lebih menarik dan
mudah dimengerti seusianya.
I.
Solusi apa yang
harus dilakukan agar seluruh teanga pendidik memiliki kemampuan literasi
digital.
·
Pelatihan tenaga
pendidik untuk lebih dalam memahami sistem pembelajaran online
·
Sekolah
memfasikitasi kelengkapan digital, guru2 ijut dalam workshop/diklat/seminar
dalam meningkatkan kompetensi digitalnya
·
Dengan bimbingan
dan penyuluhan agar tercapai sesuai dengan yang diharapkan
·
Mungkin tenaga
pendidik yang tidak memiliki kemampuan literasi digital bisa meminta tolong
diajarkan kepada yang sudah memiliki kemampuan dibidang tersebut.
·
ada pembekalan dan
pelatihan
·
jika masih
ditemukan atau ada beberapa tenaga pendidik yg memang belum melek teknologi
apalagi sekarang memasuki era industri 4.0, maka harus di adakan pelatihan
maupun peningkatan kemampuan yang maksimal, sehingga siap untuk berkiprah.
·
Kembali pada diri
sendiri guru harus berpikir bahwa kemampuan literasi digital sangat penting
dalam proses KBM,, guru yang mungkin kurang memiliki kemampuan literasi
digital,, bisa meminta bantuan kepada guru yang lain ketika mengalami
kesulitan,, atau belajar otodidak,, dan bisa juga pihak lembaga dapat membantu
meningkatkan skill literasi digital guru dengan cara mengadakan seminar tentang
teknologi digital dalam KBM atau memilih hari khusus dimana guru-guru saling
memberikan / sharing ilmunya yang berkaitan dengan literasi digital untuk
meningkatkan skill guru-guru di lembaga tersebut
·
Adakan pelatihan,
lengkapi sarana dan prasarana digital. Tingkatkan kemampuan dan kemauan dari
setiap warga sekolah
·
tidak gaptek
·
Jika seorang
pendidik merasa kurang menguasai kemampuan literasi digital, maka seorang guru
pun harus mau mempelajarinya agar dapat menguasainya. Karena seorang guru yang
baik yaitu yang selalu terus belajar dan belajar.
·
Harus diberikan
pembinaan mengenai literasi digital yang merata kepada setiap tenaga pendidik,
agar nantinya lebih mudah dalam menyampaikan pembelajaran.
BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari hasil pengolahan data dan analisa yang berasal dari 20
responden untuk tanggapan pendidik pada pembelajaran dalam internet (daring)
saat pandemi covid 19 diperoleh beberapa point kesimpulan sebagai berikut :
·
Data kuesioner dari 11 responden
(pendidik) berasal dari tenaga pendidik tingkat SD dengan responden laki-laki
maupun perempuan, usia respnden berkisar umur <20 sebanyak 4 responden,
20-29 sebanyak 3 responden, 30-39 sebanyak 1 responden, 40-49 sebanyak 2
responden, dan >49 sebanyak 1 responden.
·
Jika dilihat berdasarkan survey, hasil survey ini menunjukan
bahwa seluruh responden (100%) sepakat memberikan kata “ya, sudah memiliki”
kemampuan dalam menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran.
·
Jika dilihat
berdasarkan survey, hasil survey menunjukan bahwa seluruh responden (100%) sepakat
memberikan kata “ya” dalam mengoperasikan hardware (perangkat keras) dalam
kompeter, laptop, maupun smartphone
·
Berdasarkan kemampuan dalam mengoperasikan software memperoleh
karakteristik/profil sebagai berikut:
·
Jika dilihat berdasarkan survey, hasil survey menunjukan
bahwa lebih banyak responden memberikan jawaban “ya” dengan 10 responden (90,9%)
dan sedikit responden memberikan jawaban “mungkin” dengan 1 responden (9,1%)
·
Berdasarkan pernyataan apakah dengan memiliki kemampuan
digital memberikan dampak positif bagi pendidik memperoleh karakteristik/profil
sebagai berikut:
·
Jika dilihat berdasarkan survey, hasil survey menunjukan
bahwa banyak responden yang memilih “ya” dengan 9 responden (81,8%) lalu
memilih “mugkin” dengan 2 responden (18,2%).
·
Berdasarkan kelebihan yang dirasakan pendidik dengan memiliki
kemampuan literasi digial, secara garis besar responden menyatakan bahwa dengan
kemampuan mengoperasikan teknologi digital memudahkan kinerja mereka baik dalam
menberikan materi pembelajaran/informasi maupun menerima informasi baru.
·
Berdasarkan pernyataan pendidik merasa kesusahan dalam
melibatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran memperoleh
karaketeristik/profil sebagai berikut:
·
Jika berdasarkan survey, hasil survey menunjukan bahwa
persentase responden yang memilih kata “ya” dengan 5 responden (45,5%) sama
dengan persentase responden yang meilih kata “tidak”, lalu sedikit responden
yang memilih kata “mungkin” dengan 1 responden (9,1%).
·
Berdasarkan kendala apa dalam menggunakan teknologi digital
dalam proses pembelajaran terdapat beberapa kendala antara lain, letak
geografis, alat/fasilitas yang kurang memadai, pendidik yang lebih senior
mungkin merasa kesulitan dalam menggunkan teknologi digital karena kurangnya
pengetahuan dan pelatihan.
DAFTAR PUSTAKA
https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/buku-literasi-digital/
https://literasinusantara.com/literasi-digital-pengertian-tantangan-dan-peluang/
https://id.wikipedia.org/wiki/Kemampuan
Komentar
Posting Komentar